Apa sebenarnya ilmu pelet itu? Pelet adalah suatu jenis ilmu yang memiliki kekuatan magis untuk dapat menarik hati lawan jenis. Adapun bentuk dan jenis pelet ada beberapa macam. Ada ilmu pelet yang dikerjakan oleh diri sendiri dengan cara bertirakat dan menjalani syarat-syarat lainnya, ada juga pelet yang menggunakan jasa orang lain yaitu melalui orang pintar.
Namun kebanyakan pelet mempergunakan media susuk seperti emas dan berlian. Kadang malah mempergunakan darah, entah itu darah binatang maupun darah dukunnya sendiri. Jumlahnya memang tidak banyak, hanya beberapa tetes saja. Kebiasaan dukun yang memakai darah, biasanya mereka melibatkan pihak ketiga yaitu setan atau jin ifrit.
Pelet itu sendiri memang sangat relatif daya tahannya, ada yang beberapa tahun namun banyak juga yang hanya bertahan empat puluh hari saja. Wanita atau pria yang mencari ilmu demikian adalah sekadar untuk mencari kepuasan batiniah. Misalkan hostess atau wanita penghibur, mencari ilmu pelet agar mendapat kemudahan dalam menjalankan profesinya.
Namun ada juga orang yang berusaha memasang pelet atau susuk karena sakit hati, seperti ditolak cinta atau disepelekan pasangan hidupnya. Namun banyak juga yang memasang pelet hanya untuk mengejar nafsu seksnya saja. Yang jelas, mereka yang memakai pelet atau susuk, kebanyakan atau sebagian besar dipergunakan untuk hal-hal yang bertentangan dengan agama.
Bila orang sedang jatuh cinta karena terkena pengaruh pelet, perilakunya persis seperti orang linglung. Makan tak enak dan tidur pun kurang nyenyak. Bahkan orang yang terpengaruh pelet atau susuk, mempunyai daya halusinasi yang cukup tinggi.
Mengatasi
Pelet itu sendiri ada bermacam-macam, ada yang disebut pelet kasmaran, semar mesem, rambut, rambur sadana, puter giling, pelet mutiara putih, pelet srisadana dan lain sebagainya. Untuk memunahkan pelet, pertama- tama orang tersebut harus mempunyai minat dan menyadarinya. Kemudian dengan khusyuk melakukan salat khusus, mengendalikan emosi dan menyadari bahwa semua merupakan salah satu siklus hidup.
Dengan kesadaran yang tinggi, orang sangat sulit dipengaruhi pelet maupun kekuatan susuk. Satu lagi yang lebih praktis, munculkan perasaan bahwa Anda lebih kuat, lebih hebat dari pengaruh buruk apa pun. Bahwa Anda berada di lingungan Allah.
Kalau Anda tidak percaya akan adanya pelet, maupun kekuatan susuk, maka sangatlah sulit mereka mempengaruhi kehidupan Anda. Karena, pada dasarnya mereka yang terpengaruh pelet atau susuk, karena kurang memiliki rasa percaya diri yang kuat. Jika masih sulit dan Anda merasa terkena pengaruh pelet, selekasnya hubungi ulama atau tokoh agama yang Anda kenal.
Karena bagaimana pun, mereka yang memakai susuk atau pelet, akan mendapatkan hukuman dari Allah. Kutukan dan derita akan mereka hadapi, meski tidak langsung. Belum lagi dosa daan kesulitan hidup lainnya. Beruntunglah Anda yang tidak terpengaruh untuk memasang susuk atau pelet.
Kalau hanya mau cantik dan ganteng agar disenang orang, itu mudah. Dengan bersih hati dan bersih diri saja bisa memancarkan pamor positif. Sementara kalau mempergunakan susuk atau pelet, sifatnya sementara dan risikonya sangat luar biasa.
Di saat sadar dalam kondisi kritis itulah, dia berbisik pelan kepada saya akan adanya susuk di kepala dan tangannya. Saat itu juga kita mengambilnya. Alhamdulillah, dia tenang dan akhirnya meninggal dunia, kata Bambang Edy, seorang tokoh spiritual Jombang yang kini menetap di Semarang Barat, menejelaskan soal seorang rekannya yang karena sakit, harus menghadapi sakratul maut.
Dari kasus itu, menurut Bambang, susuk jelas membawa pengaruh buruk dan kehidupan seseorang. Bukan saja hal itu harus dipertangungjawabkan di saat masih hidup, namun juga akan ditanya oleh Allah kelak di saat dia akan meninggal dunia.
Jadi, kalau Anda dekat dengan Allah, dan tidak mempercayai kekuatan pelet Insya Allah akan tidak terganggu. Kalau mau cantik, ibadah yang baik dan perilaku yang terpuji juga akan memberikan cantik dan kelebihan lain. Ini malah luar biasa besar dan sangat indah. Ya itu tadi, berpikir positif dalam segala tindakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar